(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan merilis capaian signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data hasil pengukuran balita di Posyandu hingga 31 Desember 2025, presentase stunting di Kabupaten Karawang berhasil mencapai angka 2,2%.
Sebanyak 149.245 balita telah melakukan penimbangan, dengan target sasaran riil sebanyak 160.271 anak. Nilai ini mencakup tingkat cakupan pengukuran yang hampir terealisasikan di seluruh wilayah puskesmas, yaitu dengan presentase sebesar 93,3%.
Keberhasilan ini tidak lepas dari enam pilar inovasi strategis dari Dinas Kesehatan untuk memutus mata rantai stunting, yaitu di antaranya:
- Sekolah Balad Tangkas: Fokus pada pencegahan anemia remaja putri. Khususnya melalui skrining dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
- Pentahelix Desa/Kelurahan Tangkas: Menggerakkan kolaborasi antara unsur pemerintah, swasta, akademisi, hingga media melalui Pos Gizi Terintegrasi dan pemberdayaan masyarakat.
Aplikasi Tangkas: Transformasi digital berupa dashboard pemantauan gizi balita, remaja, dan ibu hamil berisiko secara real-time yang update setiap bulan. - Edukasi Audiovisual Buku KIA: Penggunaan media audiovisual edukatif untuk membantu orang tua memahami perkembangan balita melalui Buku KIA secara mandiri.
- Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP): Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam melakukan komunikasi antarpribadi serta kampanye perubahan perilaku di masyarakat.
- Program Kapeuting: Kemitraan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi untuk kalibrasi rutin alat antropometri di Posyandu guna memastikan data pengukuran bayi tetap akurat dan tervalidasi.
Data menunjukkan performa yang sangat luar biasa di beberapa wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas Klari dan Puskesmas Purwasari mencatat angka stunting terendah, dengan masing-masing sebesar 0,7%. Selain itu, Puskesmas Karawang Kulon berhasil mencapai tingkat cakupan pengukuran tertinggi sebesar 100%.
Melalui integrasi data aplikasi Tangkas dan tindakan di tingkat desa, pemerintah optimis dapat terus menekan angka stunting baru yang saat ini tercatat sebanyak 387 insiden di seluruh kabupaten. Inovasi seperti pemberian makanan tambahan melalui demo masak di Pos Gizi dan penguatan regulasi kebijakan akan terus diperluas. Langkah ini harapannya tidak hanya menurunkan angka statistik, tetapi juga mewujudkan generasi Karawang yang lebih sehat di masa depan.
