Karawang, bukaberita.co.id. – Pemerintah Kabupaten Karawang, terus perkuat percepatan “Zero Stunting dan Optimalisasi pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Dan sementara, tanggapi adanya upaya kebut program itu, Kepala Puskesmas Loji, Tegalwaru dan Tenaga Kesehatannya, gerak cepat melaksanakan program itu dengan aktualisasi nya.
Hal itu dikatakan oleh, Kepala Puskesmas Loji, Kecamatan Tegalwaru, dr. Bubun Bunyamin. M. Kes. Kepada mediabukaberita.co.id. Jum’at (10/4).
Ia menegaskan, upaya nyata kami yaitu dengan langsung bertemu masyarakat melalui pemerintahan desa menekankan pentingnya optimalisasi program PMT agar mampu memberikan dampak nyata dalam upaya menghilang zero stunting di masyarakat.
Lalu, sambung Bubun dengan adanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan lokal sebagai langkah strategis menekan angka stunting.
“Program itu fokus pada perbaikan gizi balita melalui intervensi gizi, pendampingan kader, serta edukasi pengolahan makanan tinggi protein, seperti ikan, telur, dan sayuran, ” terang Bubun.
“Kenapa PMT kita harus betul-betul kita maksimalkan, kita segerakan untuk bisa mengejar bagaimana intervensi PMT itu berdaya ungkit, ” Tegasnya.
Kepala puskesmas Loji itu pun optimistis, kecamatan Tegalwaru bisa terbebas dari stunting.
“Jika semua pihak bersinergi, saya yakin di kecamatan tegalwaru bisa terbebas dari stunting, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2026 direncanakan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli. Oleh karena itu, berbagai program intervensi gizi perlu dipersiapkan sejak awal.
dr. Bubun pun mengaku pelaksanaan PMT akan menyasar berbagai kelompok balita dengan permasalahan gizi. Balita dengan kondisi berat badan tidak naik (weight faltering) menjadi salah satu sasaran utama dengan periode intervensi selama 14 hari.
“Pelaksanaan PMT memiliki tantangan yang cukup kompleks di lapangan. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, puskesmas, serta kader di tingkat desa perlu terus diperkuat, ” Pungkasnya. (Faizal)
