(Doc-Istimewa)
Karawang, bukbaerita.co.id – Fasilitas yang menjadi tulang punggung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut kini menjadi pusat perhatian publik. Pada Selasa (17/3/2026), terjadi insiden perusakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pancawati, Kecamatan Klari. Hal tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Menanggapi kejadian itu, Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa tindakan anarkis terhadap fasilitas publik tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.
Di samping itu, ia juga menekankan bahwa program MBG adalah agenda nasional yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, segala bentuk aspirasi atau ketidakpuasan seharusnya disalurkan melalui jalur yang resmi.
“Jika ada persoalan di lapangan, seharusnya disampaikan melalui mekanisme koordinasi dengan pemerintah setempat. Bukan dengan tindakan anarkis,” tandasnya, Kamis (19/3/2026).
Selanjutnya, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak secara cepat, profesional, dan transparan dalam menangani kasus perusakan ini. Hal tersebut bertujuan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Terkait dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program di lapangan, ia mengingatkan masyarakat untuk melihat permasalahan secara objektif. Ia menyatakan bahwa jika warga menemukan adanya penyimpangan, hal tersebut kemungkinan besar merupakan ulah oknum.
“Jangan menyalahkan programnya secara keseluruhan. Jika ada penyimpangan, itu ulah oknum. Kami mendorong penegak hukum mengusut tuntas. Termasuk jika ada indikasi keterlibatan pihak internal,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau Warga Karawang agar tetap tenang. Selain itu, ia juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi isu yang beredar di media sosial. Jika melihat kejanggalan melalui saluran resmi, maka warga pihaknya minta untuk segera melapor.
Kemudian, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan aparat hukum untuk memperkuat pengamanan serta koordinasi. Hal tersebut guna memastikan program SPPG di Karawang tetap berjalan optimal dan tepat sasaran.
