(Doc-Wong Gresik)
Gresik, bukaberita.co.id – Lonjakan perpindahan penduduk ke Gresik kembali terjadi usai Lebaran 2026. Fenomena ini dipicu momentum arus balik yang dimanfaatkan warga luar daerah untuk menetap secara permanen di kawasan industri tersebut.
Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik mencatat, sebanyak 135 orang mengajukan pindah domisili hanya dalam waktu empat hari setelah libur Lebaran berakhir. Kepala Dispendukcapil, Hari Syawaludin, menyebut para pemohon tengah mengurus dokumen administrasi seperti Kartu Keluarga dan KTP agar sah menjadi warga Gresik.
Menurutnya, faktor lapangan pekerjaan menjadi alasan utama perpindahan tersebut. Gresik yang dikenal sebagai kota industri dinilai memberikan peluang kerja yang lebih luas.
Selain itu, sebagian pemohon kemungkinan sudah lama tinggal di Gresik, namun baru mengurus administrasi kependudukan saat momentum Lebaran. Hari menambahkan, tren peningkatan perpindahan penduduk ini terjadi hampir setiap tahun setelah Lebaran, dengan lonjakan tertinggi biasanya muncul pada masa transisi arus balik.
Pihak Dispendukcapil memastikan kesiapan layanan untuk mengakomodasi kebutuhan administrasi warga baru, seiring meningkatnya jumlah penduduk di wilayah tersebut.
