(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id — Kebijakan penghematan energi yang mulai diterapkan DPR mendapat tanggapan dari masyarakat. Banyak yang menilai langkah seperti mematikan lampu dan AC di ruangan kosong semestinya sudah menjadi kebiasaan, bukan baru dilakukan karena adanya kekhawatiran dampak perang di Iran.
Di tengah sorotan tersebut, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengumumkan penerapan efisiensi energi di Gedung DPR, Senayan, sejak Kamis (26/3/2026). Kebijakan ini mencakup pemadaman listrik, lampu, dan AC setelah pukul 20.00 WIB, serta pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Indra, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi dampak konflik di Iran terhadap kondisi energi. Ia juga menjelaskan bahwa gedung DPR belum memiliki sistem otomatis, sehingga proses penghematan dilakukan secara manual.
“Nanti setiap hari itu, jika tidak ada acara persidangan, maksimum jam 8 seluruhnya akan kita matikan. Ruang-ruang rapat yang tidak digunakan itu listrik, AC, lampu juga akan kita matikan,” ujar Indra, Kamis (26/3/2026).
