(Doc-fin.co.id)
Bandung Barat, bukaberita.co.id – Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas dengan menutup Dapur MBG milik Hendrik Irawan, seorang warga Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan ini mencuat setelah konten video joget bertajuk ‘cuan Rp6 juta per hari’ di area dapur tersebut mendadak viral di media sosial.
Melalui akun TikTok miliknya pada Kamis (26/3/2026), Hendrik mengonfirmasi langsung penghentian aktivitas tersebut. “SPPG kami diberhentikan sementara oleh Ibu Nanik (Wakil Kepala BGN),” ujar Hendrik dalam videonya.
Hendrik menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang timbul akibat unggahannya. Ia mengakui kekhilafannya karena melakukan aksi joget di dalam ruang produksi yang seharusnya mematuhi protokol ketat.
“Saya merasa kaget, permasalahan ini menjadi besar, memang ada kesalahan saya, tidak mematuhi protokol, nge-dance di ruangan, saya tidak menyangka akan seviral ini. Saya minta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat,” ungkapnya.
Di tengah situasi ini, Hendrik mencemaskan masa depan para relawan yang selama ini telah berdedikasi tinggi di SPPG. Ia menegaskan bahwa selama ini kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) garapannya selalu mendapatkan respons positif tanpa keluhan berarti dari masyarakat.
“Saya prihatin bagaimana nasib relawan saya yang benar-benar semangat, apalagi ini habis Lebaran, saya merasa sedih. Dari pertama kami running, alhamdulillah tidak pernah ada komplain yang besar. Komplain pasti ada, tapi menu kami jaga, dapur kami jaga,” pungkas Hendrik.
