(Doc-Istimewa)
Iran, bukaberita.co.id – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan udara Israel menghantam sekolah dasar perempuan di Minab, Iran selatan, Sabtu (28/2/2026). Media Iran menyebut korban tewas mencapai sedikitnya 51 orang, sebagian besar siswi dan warga sipil.
Mehr News Agency juga melaporkan serangan di timur Teheran yang menewaskan dua pelajar. Sementara itu, Al Jazeera mengangkat perbedaan antara klaim resmi dan fakta di lapangan.
“Ada laporan baru mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam serangan itu kini telah melampaui 40 orang. Itu adalah target sipil, dan itu adalah salah satu target yang mungkin benar-benar menjadi masalah dalam kampanye oleh Amerika dan Israel ini,” ujar Mohammed Vall.
“Mereka mengatakan hanya menargetkan sasaran militer dan berusaha menghukum rezim, bukan rakyat Iran. Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan datang, tetapi sekarang kita melihat korban sipil,” tambahnya.
Sebagai respons, Fars News Agency melaporkan Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan serangan rudal mereka telah mengenai target militer Israel dan AS.
“Operasi ini akan berlanjut tanpa henti sampai musuh benar-benar kalah,” demikian pernyataan resmi IRGC.
Militer Iran turut memperingatkan bahwa seluruh aset Amerika Serikat di kawasan kini menjadi target sah. Hal ini menandakan peningkatan ketegangan yang signifikan.
