(Doc-Pinterest)
Makassar, bukaberita.co.id – Kematian Bripda DP di Asrama Polisi kompleks Polda Sulawesi Selatan, Makassar, memicu penyelidikan internal. Korban sebelumnya dikabarkan sakit, namun pihak keluarga menemukan adanya memar dan darah di area mulut saat melihat jenazah di rumah sakit.
Korban sempat dibawa ke RSUD Daya untuk mendapat penanganan medis setelah dilaporkan mengalami keluhan usai salat subuh. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia.
Merasa ada kejanggalan, keluarga meminta kejelasan atas penyebab kematian. Jenazah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum guna memastikan ada tidaknya unsur kekerasan.
Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menyampaikan bahwa enam orang telah diperiksa, termasuk rekan satu angkatan dan senior korban.
“Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan, yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichtingnya dan seniornya DP. Mungkin bertambah lagi nanti (diperiksa),” ujarnya dikutip Antara.
Ia menegaskan proses visum luar dan dalam akan dilakukan secara menyeluruh. Jika keluarga memberikan izin, autopsi juga akan dilaksanakan demi mengungkap penyebab pasti kematian.
“Makanya untuk membuktikan itu (tindak kekerasan), kita bawa ke RS Bhayangkara, karena awalnya dibawa ke RS Daya. Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes Polda Sulsel termasuk kepada dokter yang memeriksa silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi, kalau memang ada kekerasan,” papar Zulham.
“Ini untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, visum luar maupun visum dalam. Kalau memang keluarga mengijinkan, nanti kita akan lakukan autopsi. Pasti semua prosedur penanganan terkait kejadian ini, kita akan tangani secara profesional,” paparnya.
