(Doc-Istimewa)
Banten, bukaberita.co.id – Berbagai insiden pencemaran lingkungan dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran masyarakat Banten karena berpotensi mengganggu kesehatan warga dan merusak lingkungan.
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (9/2) ketika kebakaran melanda gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di kawasan Taman Tekno, Serpong. Kebakaran tersebut menyebabkan zat kimia mencemari aliran Sungai Cisadane.
Pencemaran tersebut dilaporkan menjalar hingga sekitar 22,5 kilometer sepanjang aliran sungai. Dampaknya, berbagai jenis biota air ditemukan mati, seperti ikan mas, baung, patin, nila, hingga ikan sapu-sapu.
Sebelumnya, insiden kebocoran bahan kimia juga terjadi di Kota Cilegon. Pada Sabtu (31/1), fasilitas penyimpanan bahan kimia milik PT Vopak Terminal Merak mengeluarkan asap kuning yang diduga berasal dari zat asam nitrat (HNO3).
Peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan warga sekitar. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti pusing, mual, hingga muntah, seperti dilansir Antara. Penanganan langsung dilakukan oleh pihak berwenang guna meminimalkan dampak lebih luas.
Selain itu, pencemaran radioaktif Cesium-137 juga pernah terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande. Pemerintah menetapkan kawasan tersebut sebagai lokasi kejadian khusus pada Selasa (30/9).
Sebanyak 22 pabrik di kawasan tersebut menjalani proses pembersihan atau dekontaminasi secara menyeluruh. Kegiatan itu mencakup pemeriksaan laju dosis radiasi agar tetap sesuai dengan standar keselamatan nasional yang berlaku.
Rangkaian kejadian ini mendorong perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas industri guna mencegah terulangnya kasus pencemaran lingkungan di wilayah Banten.
