Selasa, Februari 3, 2026
BerandaPENDIDIKANMahasiswa Disabilitas Fapet UGM Tuntaskan Ujian Skripsi, jadi Inspirasi Dunia Pendidikan

Mahasiswa Disabilitas Fapet UGM Tuntaskan Ujian Skripsi, jadi Inspirasi Dunia Pendidikan

(Doc-Istimewa)

Yogyakarta, bukaberita.co.id – Siham Hamda Zaula Mumtaza, mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil menuntaskan ujian skripsinya pada Kamis (29/1/2026). Siham merupakan penyandang disabilitas sekaligus penerima beasiswa Bidikmisi yang kini beralih menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Dalam sidang tersebut, Siham mempertahankan karya ilmiah berjudul “Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM”. Ujian skripsi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya selama menempuh pendidikan tinggi.

Ketua Program Studi S1 Fakultas Peternakan UGM sekaligus pembimbing akademik Siham sejak 2019, Prof Dr Ir Tri Satya Mastuti Widi, menilai Siham sebagai mahasiswa yang tekun dan memiliki ketelitian tinggi dalam penelitian.

“Anaknya tekun dan serius dalam penelitian, bahkan sangat detail. Hal-hal detail yang mungkin orang terlewat, Siham mampu mengerti dan memahaminya dengan baik,” ujar dosen yang akrab dengan sapaan Vitri tersebut.

Vitri menjelaskan bahwa pendampingan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, termasuk autisme, memerlukan pendekatan yang tepat serta pemahaman kondisi individu. Dalam proses penyusunan skripsi, pendampingan memang membutuhkan waktu lebih lama. Namun tidak menemui kendala berarti karena motivasi belajar Siham sangat baik.

Ia juga menekankan peran penting dukungan keluarga dalam keberhasilan studi Siham. Selama kuliah di Yogyakarta, Siham tinggal bersama pakdhe, budhe, dan kakak sepupunya yang turut memberikan dukungan penuh.

Selain itu, Siham aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM dan menjadi salah satu role model bagi mahasiswa disabilitas lainnya. Dukungan ULD sangat membantu kelancaran studinya, baik secara akademik maupun nonakademik.

Siham sendiri menderita Asperger sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia memiliki sensitivitas tinggi terhadap suara keras atau bentakan, sehingga dalam keseharian lebih banyak beraktivitas secara mandiri.

Keberhasilan Siham menyelesaikan ujian skripsi menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu melahirkan prestasi. Selain itu, juga memberi ruang yang setara bagi seluruh mahasiswa.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments