(Doc-nixnews)
Bandung, bukaberita.co.id – Tim SAR gabungan telah menyerahkan sebanyak 38 jenazah korban tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri hingga Senin (26/1/2026) petang. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa pada hari tersebut tim berhasil mengevakuasi sembilan jenazah hingga pukul 18.30 WIB.
“Jumlah korban yang berhasil kami evakuasi hari ini. Sebanyak sembilan jenazah hingga 18.30 WIB, sehingga total korban yang telah kami serahkan berjumlah 38 sejak pertama kali operasi SAR berlangsung,” kata Ade.
Ia menegaskan bahwa proses pencarian korban masih akan terus berlanjut sesuai dengan ketentuan masa tanggap darurat. “Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR akan terus berlangsung hingga 14 hari ke depan dan akan kita evaluasi pada hari ketujuh,” kata Ade.
Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menduga penyebab longsor berkaitan dengan alih fungsi lahan sebagai perkebunan sayuran. Hal tersebut berdasarkan hasil peninjauan langsung di lokasi bencana.
Hanif mengungkapkan, area longsor dominan oleh tanaman hortikultura seperti kol, kubis, paprika, dan jenis sayuran lainnya yang terus mengalami perluasan. Ia menuturkan bahwa tanaman tersebut berasal dari wilayah subtropis seperti Chile, Peru, dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan.
Perluasan perkebunan hortikultura tersebut meningkatkan risiko bencana karena karakter akar tanaman sayuran tidak sekuat pepohonan keras dalam menahan struktur tanah. Selain itu, intensitas hujan di Cisarua lebih ringan daripada hujan yang memicu bencana di Sumatra dan DAS Ciliwung.
“Artinya, kita harus berani mengambil langkah-langkah mendasar demi keselamatan masyarakat,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menurunkan tim khusus guna mengusut penyebab tanah longsor tersebut secara lebih mendalam. (Red).
