(Doc-nixnews)
Spanyol, bukaberita.co.id – Kecelakaan kereta api tragis terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Spanyol, pada Minggu (18/1/2026) malam waktu setempat. Sebuah kereta cepat anjlok dan bertabrakan dengan kereta lain dari arah berlawanan, menewaskan sedikitnya 39 orang.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Layanan darurat menyebutkan, total 122 orang mengalami luka-luka, dengan 48 korban masih mendapat perawatan di rumah sakit dan 12 di antaranya berada dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif.
Dari pantauan Reuters, sejumlah gerbong tampak rusak parah dan terbalik. Penumpang terlihat menyelamatkan diri melalui jendela yang pecah. Sementara itu, petugas mengevakuasi korban menggunakan tandu di tengah kondisi yang sulit.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyampaikan duka cita dan apresiasi kepada tim penyelamat saat mengabarkan perkembangan jumlah korban. “Jumlah korban meninggal meningkat menjadi 39 dan masih belum final. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja tim penyelamat sepanjang malam dalam kondisi yang sangat sulit. Kemudian, juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga mereka pada saat yang sangat menyedihkan ini,” tulis Puente di X, Senin (19/1/2026).
Menurut operator kereta negara Renfe, sekitar 400 penumpang berada di dua kereta yang terlibat, yakni Iryo dan Alvia. Menurut informasi, sebagian besar penumpang melakukan perjalanan menuju dan dari Madrid setelah akhir pekan. Kereta Iryo tengah melaju dari Malaga menuju Madrid, sedangkan kereta lainnya menuju Huelva dengan kecepatan sekitar 200 kilometer per jam saat tabrakan terjadi. Akibat insiden tersebut, lebih dari 200 perjalanan kereta antara Madrid dan kawasan Andalusia, termasuk Cordoba, Seville, dan Granada, terpaksa batal pada Senin (19/1/2026). (Red).
