Selasa, Februari 3, 2026
BerandaPERISTIWABolos Sekolah dan Berenang, Pelajar SMP Tenggelam di Karanganyar

Bolos Sekolah dan Berenang, Pelajar SMP Tenggelam di Karanganyar

(Doc-Istimewa)

Karanganyar, bukaberita.co.id – Peristiwa tenggelamnya dua pelajar SMP terjadi di Sungai Klegung Jlantah, Desa Jatikuwung, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, pada Rabu (17/12). Dari kejadian tersebut, satu pelajar meninggal dunia dan satu lainnya selamat.

Korban diketahui berinisial LAY (15) asal Kabupaten Wonogiri dan FAF (14) warga Kabupaten Karanganyar. Keduanya dilaporkan tenggelam sekitar pukul 11.00 WIB dan laporan diterima polisi sekitar 45 menit kemudian.

“Korban bolos sekolah sama temannya jumlahnya 4 orang. Dia berenang di TKP lalu tenggelam,” kata Widada saat dihubungi awak media, Rabu (17/12).

PS Kapolsek Jatipuro, Iptu Widada Jaka, menyebut keempat pelajar tersebut telah berjanji untuk membolos sekolah dan berenang di sungai. Mereka terdiri dari tiga siswa SMP Negeri 1 Jatipuro dan satu siswa SMP Negeri 2 Pundung Ngadirojo.

“Yang jelas mereka sudah janjian berempat itu, mau bolos berenang di sungai,” ucapnya.

PS Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, menambahkan bahwa para pelajar sudah berada di lokasi sejak pukul 09.00 WIB dan bermain air di area DAM Pepe.

“Karena kedua korban tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam. Selanjutnya teman korban meminta tolong,” kata Mulyadi.

Warga sekitar kemudian melakukan pencarian. Salah satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi pingsan dan selamat, sementara korban lainnya ditemukan meninggal dunia setelah tim relawan datang ke lokasi.

“Sedangkan korban yang satunya (FAF) tidak bisa ketemu karena sungai terlalu dalam. Kemudian beberapa menit kemudian tim relawan datang ke lokasi membawa pelampung, dan langsung terjun ke sungai. Hingga korban yang satunya bisa temukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” terangnya.

Kedua korban kemudian dibawa ke Puskesmas Jumapolo. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi bahwa korban tidak ada yang bisa berenang. Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban sudah menerima meninggalnya korban sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan
autopsi,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments