Kamis, Februari 12, 2026
BerandaDAERAHPupuk Kujang Berbagi Pentingnya Menjaga Air Sungai Citarum di Forum Internasional

Pupuk Kujang Berbagi Pentingnya Menjaga Air Sungai Citarum di Forum Internasional

 

Karawang,bukaberita.co.id.- Sungai Citarum, sebagai urat nadi kehidupan tak hanya menjadi medium dalam mengairi sawah.

Lebih dari itu, perannya di sektor pertanian juga sangat vital, termasuk dalam produksi pupuk. Setiap hari, ribuan barel air Citarum digunakan Pupuk Kujang sebagai bahan penting dalam produksi.

Dikenal sebagai industri yang banyak menggunakan air, Pupuk Kujang telah berpengalaman selama 50-an tahun dalam mengelola air secara efisien dalam proses produksinya.

Pupuk Kujang berbagi pengalaman panjang itu kepada ratusan perwakilan berbagai perusahaan terkemuka dalam sebuah konferensi internasional bidang keberlangsungan dan ekonomi di Bali.

Di hadapan ratusan peserta acara The 1st International Conference on Circular Economy and Sustainability tersebut, Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Kujang, Yana Nurahmad Haerudin bercerita, dalam produksi pupuk, air memegang peranan penting.

Karena itu, Pupuk Kujang menerapkan strategi penggunaan air dengan metode 3 R, yaitu reduce, refuse, dan recycle.

“Karena air harus dijaga keberlangsungannya. Kami mengelola air dengan prinsip keberlangsungan dengan ketat,” kata Yana saat menjadi pembicara di forum Indonesia Circular Economy Awards (ICEA) 2025, Kamis, 19 November 2025.

Dalam penggunaan air misalnya, Pupuk Kujang memastikan tak ada air yang terbuang percuma. Air yang digunakan dalam satu tahapan proses dibersihkan dan dialirkan kembali untuk digunakan pada tahapan atau kebutuhan lainnya.

Yana mencontohkan, air yang dipanaskan menjadi uap untuk menggerakkan turbin didinginkan kembali untuk keperluan lainnya.

Pupuk Kujang Merawat Sungai Citarum

Sebagai perusahaan yang membuat pupuk dengan bahan baku air, gas, dan udara, Pupuk Kujang memaknai sungai Citarum sebagai sumber penting yang menyokong salah satu bahan bakunya. Karena itu, kata Yana, perusahaan terus merancang berbagai program untuk melindungi sungai terpanjang di Jawa Barat itu.

“Kita melihat air dari Citarum ini sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan, alhasil ekosistem sungainya harus kita jaga, termasuk di hulu dan hilir Citarum,” kata Yana.

Salah satu program yang saat ini sedang dilakukan adalah Kuwatan Sadesa, atau akronim dari Kujang Merawat Hutan Sejahterakan Desa.

Program itu dilakukan di kaki Gunung Malabar, sebuah bagian penting dari hulu Sungai Citarum yang menyokong keberlangsungan berbagai mata air yang membentuk bagian hulu Citarum.

“Program itu berupaya mengembalikan kondisi hutan Malabar menjadi rimbun, dan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan hutan tanpa merusaknya, misalnya dengan budidaya kopi,” kata Yana.

Program itupun meraih sejumlah penghargaan. Teranyar, meraih predikat Silver di ajang Indonesia Circular Economy Awards (ICEA). Dalam ajang tersebut, Pupuk Kujang juga meraih sejumlah penghargaan lainnya untuk perannya di bidang keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Upaya Menjaga Kualitas Udara

Selain peduli kepada air, Pupuk Kujang juga turut mengelola emisi untuk menjaga kualitas udara. Misalnya mengelola buangan gas CO2 dan mengubah emisi menjadi produk bernilai ekonomi bernama dry ice.

Perusahaan meraih platinum untuk upayanya mengubah limbah gas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang meningkatkan pendapatan (revenue) sekaligus menurunkan emisi karbon.

Komitmen perusahaan terhadap dekarbonisasi industri juga mendapat apresiasi khusus melalui raihan Gold Award. Penghargaan ini diberikan atas Program Parsial Low Carbon Ammonia pada Pabrik Kujang 1B, yang menjadi langkah nyata inisiatif perusahaan dalam peta jalan menuju target Net Zero Emission.

“Terlepas dari berbagai penghargaan ini, kami selalu komitmen menjaga air, udara, dan lingkungan dalam setiap operasi kami,” kata Yana. (HL/KP)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments