(Doc-Istimewa)
Cianjur, bukaberita.co.id — Warga Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, melakukan audit mendadak setelah realisasi dana BUMDes sebesar Rp204 juta yang cair sejak Agustus tak kunjung terlihat. Dari hasil pemeriksaan, rekening BUMDes hanya menyisakan Rp272.000, memicu keresahan dan desakan agar Ketua BUMDes Fesi Syarchosi memberikan klarifikasi.
Dalam audiensi yang berlangsung Kamis (13/11/2025), Fesi yang merupakan tokoh agama mengaku bahwa sekitar Rp180 juta telah ia alihkan untuk investasi saham pribadinya. Ia menambahkan bahwa sebagian kecil dana ia pakai untuk pembangunan kandang ayam yang baru mencapai 60%.
“Saya akui salah. Awalnya saya tidak tahu ternyata seperti ini tidak boleh. Saya anggap ini sebagai pelajaran berharga agar ke depan bisa lebih baik,” ujar Fesi di hadapan warga.
Sebelumnya, Kapolsek Cugenang sempat menyarankan agar menahan Fesi selama 24 jam sebagai langkah antisipasi, tetapi warga menolak usulan tersebut. Mereka mempertimbangkan latar belakang Fesi sebagai tokoh agama setempat.
Akhir forum memutuskan kewajiban Fesi untuk mengembalikan dana Rp180 juta paling lambat 20 Desember 2025. Ia juga harus menyerahkan sertifikat tanah sebagai jaminan. Warga menegaskan bahwa dana BUMDes tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi dalam kondisi apa pun. (Red).
