Karawang, bukaberita.co.id. – Upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor terus di genjot oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang.
Salah satunya dengan menggelar operasi gabungan kendaraan bermotor.
Operasi itu pun menyasar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang telat bayar pajak.
Operasi gabungan yang berlangsung di Bundaran Ramayana Karawang itu di lakukan oleh Bapenda Karawang, Polres Karawang, Sub Denpom III/3-1 Karawang, P3DW Karawang, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Karawang dan Bank Jawa barat.
Pada kesempatan itu, Ketua Tim Pemeriksa Pajak Bapenda Karawang, Entin Nurhayati membeberkan bahwa operasi tersebut telah di laksanakan secara bertahap sejak Juli 2025.
Mulai dari minggu pertama yang berlangsung di kecamatan Telagasari, minggu kedua di Kecamatan Klari, Minggu ketiga di area Alun-alun dan di minggu ke empat di depan Ramayana.
“Kegiatan ini adalah rangkaian lanjutan kegiatan Opsen yang sudah rutin kami laksanakan. Masih banyak warga yang belum mengetahui program pengampunan pajak besutan gubernur jawa barat. Kemarin saja ada warga yang kedapatan belum bayar pajak dari tahun 2018,” ungkap Entin. Rabu (23/7) pagi tadi.
“Dan hasil operasi tadi puluhan kendaraan baik roda dua dan empat terjaring hingga puluhan, ” Jelas Entin.
“Tidak hanya milik pribadi saja yang terjaring, ada juga kendaraan dinas milik pemkab yang belum juga bayar pajaknya, ” Ulas Entin.
Hanya saja, sambung Entin petugas tidak merinci darimana kendaraan dinas itu berasal, “Namun pengemudi beralasan karena anggaran belum turun, tapi tidak bertahun-tahun ya, hanya tahun ini, ” jelas Entin.
Tercatat dari hasil operasi gabungan itu Minggu pertama, roda dua 107 unit, roda empat 54 unit, Minggu kedua roda dua 61 unit, roda empat 25 unit
Lalu di minggu ketiga roda dua 134 unit, roda empat 76 unit, dan minggu keempat roda dua 26 unit, roda empat 15 unit.
Total penerimaan pajak dari hasil Opsen gabungan ini mencapai kurang lebih sekitar Rp50.354.300.
Pada operasi gabungan itu juga, tutur Entin masyarakat yang terjaring razia langsung diarahkan untuk membayar langsung pajak ke mobil layanan samsat keliling yang tersedia di lokasi tersebut.
“Kami tidak bosan ingatkan agar masyarakat segeralah bayar pajak kendaraannya. Dan kegiatan itu pun untuk mengingatkan bahwa dengan taat pajak akan berguna bagi kita semua dan demi pembangunan juga, ” Tutupnya. (Faizal)
