(Doc-Istimewa)
Bekasi, bukaberita.co.id — Seorang pria diduga mengintip pengunjung lain yang sedang menggunakan toilet di Mal Mega Bekasi pada Minggu (11/10/2026). Korban mengungkapkan kejadian tersebut melalui unggahan yang beredar di media sosial.
Korban mengaku mulai curiga setelah melihat pantulan seseorang di layar ponselnya. Ia kemudian mengaktifkan kamera ponsel dan mengarahkannya ke bagian atas toilet.
“Pas gw masuk lagi ke toilet, gw langsung buka kamera dan ngarahin ke atap toilet. Selang sekitar 3 menit, bener aja, dia ngintipin gw sambil co*i,” kata korban.
Korban kemudian membawa pria tersebut ke pos keamanan untuk dimintai pertanggungjawaban. Menurut pengakuannya, pria itu ternyata sudah tiga kali mengintipnya, termasuk pada bulan sebelumnya dan pekan lalu.
“Ternyata dia udah ngintipin dari awal gw masuk toilet. Gw bawa dia ke pos security buat diproses. Setelah diminta ngaku, ternyata dia udah 3 kali ngintipin gw, bulan kemarin sama minggu lalu. Gw baru sadar tadi karena lihat pantulannya di layar HP,” lanjut korban.
Korban juga menyebut petugas memeriksa rekaman CCTV dan menemukan bahwa pria tersebut kerap mendatangi toilet yang sama. Berdasarkan keterangan korban, pria itu diduga juga mengintip pengunjung lain.
“Pas dicek CCTV, dia sering ke toilet itu. Ternyata bukan cuma gw, orang lain yang ke situ juga dia intipin buat dijadiin bacol. Dia bilang khilaf karena ibunya habis meninggal. Gw suruh cek hp nya mana tau dia ngerekam jugakan alhamdulillah aman guys. Cuman pas buka galeri full b*kep cowo ama cowo ujar korban.”
Korban menyebut dirinya meminta pemeriksaan terhadap ponsel pria tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya rekaman saat mengintip pengunjung. Ia mengaku tidak menemukan rekaman kejadian tersebut, tetapi melihat koleksi video porno sesama laki-laki di galeri ponsel itu.
Hingga informasi ini beredar, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Mal Mega Bekasi maupun kepolisian mengenai dugaan kejadian tersebut. Karena itu, kronologi dan dugaan tindakan pelaku masih merujuk pada keterangan korban di media sosial.
