Karawang, bukaberita.co.id. – Petani di wilayah selatan Kabupaten Karawang menjerit dampak musim kemarau timpa wilayah tersebut.
Petani kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang sangat terpukul dengan keadaan tersebut.
Bahkan mengaku pasrah dengan ketidakpastian kemarau dan kapan akan berakhir.
Seperti Akim (54) petani Desa Cintalaksana Kecamatan Tegalwaru pun mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan nusim kemarau saat ini.
Ia mengaku pasrah jika lahan yang di milikinya itu tidak bisa di tanam apapun termasuk palawija.
“Saya khawatir, ketika saya paksakan tanam, tapi ketersediaan air yang tidak ada, khawatir jika ditanam akan merugi, ” ucapnya.
Akim menjelaskan kemarau sudah memasuki bulan ke tiga. Sementara areal lahan yang dimiliki sangat mengandalkan hujan.
“Saluran air sangat jauh kang. Kalau kami paksakan tanam malah bisa merugi nantinya ah, ” Ungkapnya.
Sementara, dinas pertanian melalui UPTD di wilayah tersebut pun tengah melakukan upaya-upaya solusi nyata agar para petani masih bisa terus mengolah lahan pertanian hingga menghasilkan.
“Mudah-mudahan ada solusi agar kami para petani bisa memproduksi padi untuk kebutuhan kami ke depannya, ” Tutupnya. (Faizal)
