Rabu, September 16, 2026
BerandaPERISTIWAKonser Kotak di Kota Tua Dihentikan, Diduga Ada Penyemprotan Gas Air Mata

Konser Kotak di Kota Tua Dihentikan, Diduga Ada Penyemprotan Gas Air Mata

(Doc-Tirtoid)

Jakarta, bukaberita.co.id – Konser grup musik Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta, berakhir lebih cepat pada Minggu (13/9) malam. Panitia menghentikan pertunjukan setelah muncul dugaan penyebaran gas beraroma menyengat di tengah penonton.

Insiden tersebut membuat vokalis Kotak, Tantri Syalindri, mengalami gangguan pernapasan. Sejumlah penonton juga merasakan dampak serupa akibat aroma yang muncul di sekitar lokasi konser.

Tantri kemudian menceritakan kejadian tersebut melalui unggahan di akun Instagram miliknya. Ia menjelaskan bahwa konser tersebut berlangsung secara terbuka dan gratis serta awalnya berjalan dengan lancar.

“Awalnya konser berjalan baik, sampai di lagu ke-9 “Hijaukan Bumi”, ada oknum dari arah penonton yang menyalakan gas tanpa asap dengan bau yang cukup menyengat. Penonton pun serentak menghindar,” kata Tantri dikutip dari Instagram, Selasa (15/9).

Menurut Tantri, jarak antara panggung dan barikade yang cukup dekat membuat dirinya ikut menghirup gas tersebut. Kondisi itu membuat napasnya terasa sakit hingga kesulitan bernyanyi.

“Karena jarak panggung dan barikade cukup dekat, saya sempat menghirup gas tersebut. Napas terasa sakit dan saya kesulitan bernyanyi. Saya kemudian ke belakang panggung untuk menggunakan oksigen portable, lalu kembali melanjutkan sambil mengingatkan agar hal tersebut tidak dilakukan lagi,” lanjut Tantri.

Gangguan kembali terjadi ketika Kotak membawakan lagu Pelan-pelan Saja. Tantri mengatakan aroma gas kembali mengarah ke panggung dengan bau yang lebih menyengat.

“Mengarah ke panggung. Saya batuk, muntah, pandangan sempat kabur dan pusing. Akhirnya saya memutuskan menghentikan konser demi keselamatan saya, personel, kru, dan terutama penonton, karena banyak juga anak-anak yang hadir,” kata Tantri.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Denny Aputra menduga seseorang menggunakan zat kimia atau bahan menyerupai gas air mata untuk memicu kepanikan di lokasi.

Namun, petugas tidak menemukan jelaga maupun serbuk setelah mereka membersihkan area konser.

Denny juga mengungkapkan bahwa petugas mengamankan satu orang yang mereka duga sebagai pelaku. Petugas juga menduga orang tersebut terlibat dalam aksi pencopetan yang terjadi di sekitar konser.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular