(Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Petani di Kabupaten Karawang menghadapi minimnya perlindungan asuransi usaha tani di tengah risiko kekeringan dan banjir yang masih mengancam lahan pertanian. Tahun ini, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tidak mendapat alokasi dalam APBD murni karena pemerintah pusat tidak menyediakan program tersebut melalui Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang Rohman menjelaskan, pemerintah daerah selama ini mengandalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk menjalankan program AUTP.
Menurut Rohman, sekitar 80 persen pembiayaan AUTP berasal dari Kementerian Pertanian, sementara pemerintah daerah menanggung porsi sisanya melalui APBD.
“Untuk anggaran murni saat ini AUTP tidak ada. Karena AUTP ini anggarannya 80 persen dari Kementerian Pertanian dan sisanya dari APBD,” katanya, Senin (31/8).
Ketiadaan alokasi program dari Kementerian Pertanian membuat Pemkab Karawang tidak memasukkan anggaran AUTP dalam APBD murni tahun ini. Kondisi tersebut berdampak pada cakupan lahan sawah yang mendapat perlindungan asuransi.
“Karena di Kementerian tidak ada program ini, maka kami tidak anggarkan. Sehingga saat ini tidak ada lahan sawah yang mendapat asuransi,” ujarnya.
Cakupan AUTP tahun ini pun turun sangat jauh daripada tahun sebelumnya. Rohman menyebut, program tersebut sebelumnya mampu memberikan perlindungan asuransi terhadap sekitar 60.000 hektare lahan pertanian di Karawang.
Sementara pada tahun ini, luas lahan yang mendapatkan perlindungan melalui AUTP hanya sekitar 15 hektare.
Kondisi itu membuat perlindungan terhadap petani Karawang dari risiko gagal panen akibat bencana seperti banjir dan kekeringan menjadi sangat terbatas. Padahal, kedua ancaman tersebut masih menjadi persoalan yang dihadapi sektor pertanian di wilayah tersebut.
