(Doc-Tirtoid)
Jakarta, bukaberita.co.id – Pagar besi berukuran tinggi yang sebelumnya terpasang di pusat perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, kini telah dibongkar pada Minggu (2/8/2026). Pembongkaran tersebut berlangsung setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola pusat perbelanjaan untuk melepas pagar yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Meski sudah terbongkar, sejumlah bagian pagar masih tampak tersisa di beberapa lokasi. Beberapa mur yang sebelumnya untuk memasang pagar terlihat masih menempel pada dinding bagian depan pusat perbelanjaan berada di bawah naungan Pakuwon Group tersebut.
Sebelumnya, keberadaan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan sempat mendapat sorotan. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pemasangan pagar tersebut bukan sebagai langkah untuk mengantisipasi kerusuhan.
Menurut Alphonzus, pemasangan pagar ini dengan tujuan mengatur akses pengunjung. Sekaligus memberikan batas keamanan bagi pusat perbelanjaan yang lokasinya berdekatan dengan kawasan yang berpotensi menjadi titik demonstrasi.
“Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar,” ujar Alphonzus di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (31/7/2026).
Ia juga menyebut keberadaan pagar di area pusat perbelanjaan bukan merupakan hal baru. Menurutnya, beberapa mal memang sejak awal dengan konsep berpagar untuk membantu mengatur pergerakan pengunjung.
Di sisi lain, Pramono Anung mengakui belum terdapat aturan yang secara khusus melarang pusat perbelanjaan memasang pagar. Namun, ia menilai keberadaan pagar tinggi tersebut dapat mengurangi kenyamanan masyarakat.
