Foto: Ilustrasi (Doc-Istimewa)
Karawang, bukaberita.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang akan menindaklanjuti dugaan pengarahan pembelian buku pelajaran yang terjadi di SDN Adiarsa Barat IV. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah orang tua siswa menyampaikan keluhan terkait informasi yang beredar melalui grup WhatsApp wali murid.
Dalam pesan tersebut, pihak yang menyampaikan informasi menyebut buku LKS sudah tersedia dan dapat para siswa beli di tempat biasa sebagai bahan latihan menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS). Sejumlah orang tua menganggap kalimat tersebut mengarahkan mereka untuk membeli buku di satu lokasi tertentu. Mereka mengaku enggan menyampaikan keberatan karena khawatir berdampak pada kenyamanan anak saat bersekolah.
“Kami merasa seperti mereka mengarahkan secara tidak langsung. Sekolah memang tidak menjual, tetapi mengarahkan orang tua ke satu tempat. Kami juga khawatir kalau protes, nanti anak kami jadi tidak nyaman di sekolah,” kata salah seorang wali murid.
Selain mempertanyakan mekanisme pembelian, orang tua juga mengaku keberatan dengan harga buku yang dinilai cukup membebani. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, memastikan pihaknya akan memeriksa langsung informasi tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kita cek lapangan dulu untuk mengetahui duduk persoalannya. Apalagi Pak Bupati baru saja meluncurkan modul pembelajaran gratis sebagai pengganti LKS,” jelas Wawan, Sabtu (25/7/2026).
