(Doc-nixnews)
Riau, bukaberita.co.id – Polda Riau mengungkap hasil sementara autopsi terhadap dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), dr. AKL. Korban meninggal dunia di area semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi A. Samosir mengatakan, tim forensik menemukan sejumlah temuan pada tubuh korban. Di antaranya, luka berbentuk titik beserta pembengkakan di punggung tangan kiri serta memar di bagian kepala akibat benturan benda tumpul.
“Terdapat luka berbentuk titik beserta pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu, terdapat memar pada kepala akibat kekerasan tumpul,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau, AKBP Rudi A Samosir, Rabu (15/7).
Pemeriksaan juga menunjukkan jasad korban telah memasuki fase awal pembusukan. Selain itu, tim forensik mendapati luka pada bagian leher, dada, perut, punggung, dan kedua lengan. Namun, berdasarkan karakteristiknya, luka-luka tersebut muncul setelah korban meninggal dunia oleh aktivitas serangga.
Autopsi turut menemukan adanya pelebaran pembuluh darah serta kongesti atau pembendungan pada sejumlah organ dalam korban. Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
“Hasil pemeriksaan sementara belum dapat menentukan sebab kematian. Perkiraan waktu kematian korban sekitar 12 hingga 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan,” ujar Rudi.
Saat ini, tim forensik masih melakukan pemeriksaan histopatologi dan toksikologi terhadap sampel darah, urin, serta organ dalam korban. Polda Riau menyatakan penyelidikan akan terus berlanjut sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut sebagai dasar untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara ini.
