Jumat, Juli 17, 2026
BerandaPERISTIWABermain di Sekitar Empang, 2 Anak di Majalaya Karawang Tewas Tenggelam

Bermain di Sekitar Empang, 2 Anak di Majalaya Karawang Tewas Tenggelam

(Doc-ckpinfo)

Karawang, bukaberita.co.id – Dua anak laki-laki meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah empang bekas galian. Peristiwa ini terjadi di kawasan Perum Puri Raya Residence, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, pada Selasa (14/7/2026) siang.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Polres Karawang IPDA Cep Wildan menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB saat lima anak bermain di sekitar empang. Tiga di antaranya kemudian masuk ke dalam air untuk berenang. Sementara dua anak lainnya tetap berada di tepi kolam.

Tak lama, warga menerima informasi adanya anak yang tenggelam. Warga bersama petugas kemudian melakukan pencarian dan upaya penyelamatan.

Dalam proses evakuasi, seorang anak perempuan berinisial ANP (8) berhasil selanat. Sementara dua anak laki-laki lainnya berada di dasar empang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Petugas segera membawa kedua korban ke Klinik Shafa Medika. Namun, hasil pemeriksaan medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia. Korban berinisial RDP (7) dan AES (6), yang merupakan warga Perum Puri Raya Residence, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah AES dibawa pihak keluarga ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk dimakamkan. Adapun keluarga kedua korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan tidak dilakukan autopsi.

Usai menerima laporan, personel Polsek Majalaya bersama Tim Inafis Polres Karawang, BPBD, personel Samapta, unsur Muspika, pemerintah desa,m. Serta, Babinsa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lalu meminta keterangan saksi, mengamankan area, dan membantu proses evakuasi.

“Pengawasan dari orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa. Kami mengimbau agar anak-anak tidak bermain di area bekas galian atau perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar IPDA Cep Wildan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments