Selasa, Juni 9, 2026
BerandaDAERAHKurangi Beban Subsidi APBD, Pemprov DKI Jakarta Segera Naikkan Tarif Transjabodetabek

Kurangi Beban Subsidi APBD, Pemprov DKI Jakarta Segera Naikkan Tarif Transjabodetabek

(Doc-nixnews)

Jakarta, bukaberita.co.id — Beban berat alokasi APBD DKI Jakarta untuk membiayai mobilitas komuter antarwilayah memicu lahirnya kebijakan baru. Pemprov DKI Jakarta kini tengah menghitung ulang dan menyiapkan putusan tarif Transjabodetabek yang nantinya tak lagi seharga Rp3.500.

Wakil Gubernur Rano Karno memaparkan urgensi pemangkasan beban tersebut. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai strategi rasionalisasi menyusul tingginya beban subsidi transportasi publik yang saat ditanggung. Sebab, alokasi APBD untuk subsidi mobilitas warga lintas wilayah penyangga saat ini sudah sangat besar.

Mengenai bocoran nominal tarif pengganti yang tengah digodok bersama tim teknis, Rano memberikan estimasi awal.

“Range-nya berkisar katanya ada yang bilang Rp10.000 atau Rp15.000, mungkin,” ungkap Rano.

Rencana kenaikan ongkos ini juga mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta menilai perbandingan harga dengan angkutan pemandu moda lain sudah terlampau jauh.

“Waktu itu saya juga menyampaikan, enggak mungkin Blok M- Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Senin (8/6/2026).

Oleh sebab itu, restrukturisasi harga tiket komuter dipastikan bakal bergulir. Ia menegaskan, akan ada penyesuaian tarif Transjabodetabek. Menurutnya, skema resmi tarifnya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Melalui kebijakan baru ini, Pramono mengharapkan pengguna Transjabodetabek dapat memahami rencana penyesuaian tarif. Rencana penyesuaian tarif itu akan mempertimbangkan jarak tempuh serta kualitas layanan yang diberikan. Walau demikian, jaminan tarif bersahabat tetap dikedepankan demi masyarakat penikmat transportasi umum.

Selain itu, ia memastikan penyesuaian tarif itu juga akan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan penggunaan transportasi umum.

“Maka dengan demikian, akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini,” ucap Pramono.

Sebagai catatan, kebijakan penyesuaian harga ini nantinya akan berdampak langsung pada operasional moda transportasi Transjakarta yang melayani daerah luar Jakarta. Saat ini, terdapat 18 rute Transjabodetabek yang dioperasikan oleh Transjakarta, yakni P11 (Blok M-Bogor), D11 (Depok- Cawang), D21 (Universitas Indonesia–Lebak Bulus) dan D41 (Sawangan-Lebak Bulus).

Kemudian rute koridor timur dan barat seperti B11 (Summarecon Bekasi-Cawang), B21 (Bekasi Timur-Cawang), B41 (Vida Bekasi-Cawang) dan B51 (Cawang-Cikarang).

Lalu rute penghubung barat dan selatan yakni T11 (Poris Plawad–Petamburan), T12 (Poris Plawad- Juanda), S11 (BSD-Jelambar), S21 (Ciputat-CSW), S22 (Ciputat-Kampung Rambutan), S61 (Alam Sutera–Blok M), SH1 (Kalideres-Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta), SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta) dan T31 (PIK 2 -Blok M).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments