(Doc-nixnews)
Jakarta, bukaberita.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan satu kasus baru Hantavirus di Swiss yang berkaitan dengan penumpang kapal pesiar MV Hondius. Pasien diketahui menjalani pemeriksaan di rumah sakit Zurich dan hingga kini masih dirawat.
Sampai Rabu (6/5), WHO mencatat terdapat delapan kasus suspek Hantavirus yang berkaitan dengan klaster kapal pesiar tersebut. Dari jumlah itu, tiga kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
“Sejalan dengan International Health Regulations (IHR), WHO bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung pelacakan kontak internasional, guna memastikan bahwa mereka yang berpotensi terpapar dapat dipantau dan penyebaran penyakit lebih lanjut dapat dibatasi,” beber WHO dalam keterangan resminya, Rabu (6/5).
WHO menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan National Institute for Communicable Diseases (NICD) Afrika Selatan dan Geneva University Hospitals (HUG) Swiss menunjukkan varian virus yang ditemukan adalah Andes Hantavirus.
“Strain atau varian Andes dari hantavirus, dapat menular antarmanusia, pada dua penumpang yang berada di kapal pesiar yang menjadi pusat wabah infeksi langka tersebut,” kata otoritas di Afrika.
Andes Hantavirus diketahui merupakan jenis virus yang banyak ditemukan di wilayah Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Chile. Virus ini umumnya menyebar melalui hewan pengerat dan jarang menular antarmanusia.
Para ahli menyebut penularan antar manusia biasanya terjadi melalui kontak dekat, seperti berbagi tempat tidur atau makan bersama.
WHO juga menyampaikan penanganan kasus ini turut melibatkan sejumlah lembaga internasional, termasuk Institut Pasteur Dakar di Senegal dan Administración Nacional de Laboratorios e Institutos de Salud (ANLIS Malbrán) di Argentina.
“Dukungan dari Institut Pasteur Dakar di Senegal serta Administración Nacional de Laboratorios e Institutos de Salud (ANLIS Malbrán) di Argentina juga sangat penting dalam penanganan kejadian ini. Hingga 6 Mei, terdapat 8 kasus, di mana 3 di antaranya telah dikonfirmasi sebagai hantavirus melalui uji laboratorium,” tuturnya.
WHO menegaskan akan terus berkoordinasi dengan negara-negara terkait guna memantau kondisi pasien maupun kontak erat mereka.
“WHO akan terus bekerja sama dengan negara-negara untuk memastikan pasien, kontak erat, penumpang, dan awak kapal mendapatkan informasi serta dukungan yang mereka butuhkan agar tetap aman dan mencegah penyebaran,” pungkasnya.
