(Doc-Istimewa)
Jakarta, bukaberita.co.id – Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi distribusi dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran di tengah potensi krisis energi global.
Menurut Airlangga Hartarto, langkah ini berlangsung tanpa mengurangi kualitas program, melainkan untuk menjaga keberlanjutan dan ketepatan sasaran. Meski demikian, distribusi tetap berlangsung 6 hari dalam sepekan bagi kelompok prioritas. Contohnya seperti sekolah berasrama, wilayah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Pemerintah memperkirakan kebijakan ini dapat menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Saat ini, program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, termasuk pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
Melalui optimalisasi ini, pemerintah berharap program tetap berjalan efektif dalam meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menjaga efisiensi fiskal negara.
