(Doc-nixnews)
Pekalongan, bukaberita.co.id – Insiden tragis terjadi di KM 81 jalur hilir antara Stasiun Batang dan Stasiun Pekalongan, Kabupaten Batang, Sabtu (21/2) sekitar pukul 06.53 WIB. Tiga remaja putri meninggal dunia setelah tersambar Argo Merbabu yang tengah melaju relasi Semarang–Gambir.
Korban diketahui berinisial AP (16), AFJ (15), dan IS (15), warga Kedungmiri, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
“KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini,” ujar Luqman, Sabtu (21/2).
Ia menjelaskan bahwa kereta sempat berhenti luar biasa (BLB) di lokasi untuk pemeriksaan sarana sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
“Akibat kejadian temperan tersebut, KA Argo Merbabu berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi guna pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Merbabu berangkat kembali dari lokasi pada pukul 07.09 WIB,” ungkapnya.
Ketua RT setempat, Yulianto, menuturkan bahwa ketiga korban sebelumnya berjalan-jalan di sekitar rel usai salat subuh.
“Jadi itu habis salat subuh, ketiga anak itu jalan-jalan. Tidak tahu tujuannya mau buat konten atau apa di sekitar rel kereta api, di dekat Kalisari itu, dekat Polsek Batang Kota,” kata Yulianto, Sabtu (21/2).
“Terus ada kereta satu lewat, mereka tidak menyadari sedang foto-foto, ternyata ada kereta satu lagi yang lewat dan menghantam ketiga anak itu. Malah salah satunya terseret sampai ke Dekoro,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi sementara, selama Ramadan ketiganya baru terlihat berada di lokasi tersebut pada pagi kejadian.
“Selama bulan puasa baru tadi pagi sih informasinya. Kalau kemarin-kemarin tidak,” katanya.
