Selasa, Maret 24, 2026
BerandaNASIONALMenkeu Yakin Gubernur BI Dapat Jaga Nilai Tukar Rupiah, Purbaya: Tidak Ada...

Menkeu Yakin Gubernur BI Dapat Jaga Nilai Tukar Rupiah, Purbaya: Tidak Ada Masalah Lagi

(Doc-Istimewa)

Jakarta, bukaberita.co.id – Nilai tukar rupiah yang semakin mendekati level Rp17.000 menjadi soratan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Di mana, dengan hal tersebut ia meyakini Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dapat menjaga nilai tukar rupiah.

“Saya pikir dia akan mengendalikan hal itu dengan baik. Tidak ada masalah lagi,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Di samping itu, ia mengatakan, urusan stabilitas fiskal merupakan kewenangan dari Bl. Untuk itu, ia percaya Bl akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Saya mengambil langkah tepat. Tentu langkah tepat ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.

Adapun pertemuan dengan Menteri Prasetyo juga, Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejumlah anggota DPR RI turut hadir. Purbaya mengatakan, pertemuan ini hanya diskusi dan sarapan pagi meski juga membahas soal stabilisasi fiskal.

“Kita lakukan sinkronisasi kebijakan, saya akan membenahi fiskal dan perekonomian. Gubernur BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar,” ucapnya.

Di sisi lain, ia memastikan, tidak ada arahan khusus dari Mensesneg. “Tidak ada arahan, ini konsolidasi agar sering ketemu,” tuturnya.

Sementara itu, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Mervin Goklas membeberkan penyebab rupiah melemah. Pertama, adanya penurunan investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia.

Penyebab menurunnya investasi karena iklim Indonesia yang belum kondusif dan belum meyakinkan investor. “Investasi menurun karena geopolitik, adanya penurunan investasi berujung kepada melemahnya rupiah,” jelasnya.

Tak hanya itu, penyebab lain adalah defisit yang tinggi 2,92 persen atau mendekati batas maksimal dalam undang-undang yakni 3 persen. Selain itu, penerimaan pajak juga mengalami penurunan dan berkontribusi kepada inflasi.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memberikan tekanan ke Bl agar fokus inflasi dan stablitas nilai tukar. “Pastikan bank sentral independen, hati-hati dengan manuver politik,” tegasnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments