(Doc-Fakta Indo)
Jakarta, bukaberita.co.id – Penipuan online dengan skema baru kembali marak dan menyasar masyarakat melalui panggilan video. Modus ini melibatkan dua pelaku yang berpura-pura menjalankan peran sebagai kurir dan aparat kepolisian.
Pelaku yang mengaku sebagai polisi menuduh korban telah memesan obat-obatan terlarang. Sementara pelaku lain berperan sebagai kurir yang menguatkan cerita tersebut. Strategi ini mereka gunakan untuk membuat korban panik dan kehilangan kendali.
Dalam kondisi tertekan, pelaku kemudian mengarahkan korban mengikuti pertemuan Zoom dengan alasan klarifikasi dan pemulihan nama baik. Pelaku lalu meminta korban membuka sebuah tautan yang ia sebut sebagai data pendukung klarifikasi.
Namun, tautan tersebut ternyata menjadi sarana peretasan ponsel korban. Dari sana, pelaku dapat mengakses data pribadi yang tersimpan di perangkat korban.
Penipuan ini semakin meyakinkan karena pelaku telah lebih dulu menguasai data pribadi korban. Hal tersebut membuat skenario penipuan tampak nyata dan meningkatkan risiko korban terjerat kejahatan siber. (Red).
