(Doc-Istimewa)
Taiwan, bukaberita.co.id – Aksi kekerasan terjadi di sistem transportasi publik Taipei, Taiwan, pada Jumat (19/12/2026) malam waktu setempat. Saat itu, seorang pria bersenjata parang menyerang warga di dua stasiun kereta bawah tanah.
Akibat insiden tersebut, sedikitnya 4 orang meninggal dunia dan 5 lainnya mengalami luka-luka. Bahkan, pelaku yang berusia 27 tahun juga ikut tewas dalam insiden tersebut.
Menurut keterangan otoritas setempat, pelaku tak hanya menggunakan senjata tajam, tetapi juga melemparkan bom asap yang memicu kepanikan di lokasi kejadian. “Pria itu melempar bom asap di stasiun kereta api utama Taipei. Kemudian, ia berlari ke stasiun kereta bawah tanah terdekat di distrik perbelanjaan yang ramai, menyerang orang-orang di sepanjang jalan,” ucap Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengatakan serangan berlangsung di Stasiun Utama Taipei dan Stasiun Zhongshan, dua titik transportasi yang padat aktivitas. Perdana Menteri Cho Jung-tai juga mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat kriminal dan masih berstatus buron karena surat perintah penangkapan yang belum terlaksana. Bahkan, aparat kepolisian pun sempat menggeledah kediaman pelaku sebelum serangan terjadi.
Selain itu, pelaku juga masuk dalam daftar pencarian orang karena menghindari kewajiban wajib militer. “Kami akan menyelidiki latar belakangnya dan hubungan terkait untuk memahami motifnya dan menentukan apakah ada faktor lain yang terkait,” imbuhnya.
Menurut dugaan, pelaku membawa sejumlah barang berbahaya lain, termasuk bom molotov yang kemungkinan sempat terbakar. Ia juga terlihat mengenakan perlengkapan yang menyerupai pelindung tubuh serta masker.
Setelah melakukan penyerangan, pelaku melompat dari sebuah gedung hingga tewas. “Kami memahami bahwa tersangka bunuh diri dengan melompat dari sebuah gedung untuk menghindari penangkapan. Ia telah kami pastikan meninggal dunia,” ujar Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an. (Red).
