Karawang, bukaberita.co.id. – Berlangsung di Aula Husni Hamid, Plaza Pemda Karawang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Menggelar seminar dengan menghadirkan tokoh inspiratif dr. Aisya Dahlan. Jum’at (12/9)
Kegiatan seminar dalam rangkaian Hari Jadi Karawang ke 392 di sambut antusias peserta.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas PPPA Karawang, Hj. Wiwiek Krisnawati, S. Sos. Menyampaikan bahwa seminar itu bertujuan memberikan pemahaman pentingnya ketahanan keluarga dalam hadapi perubahan sosial yang semakin kompleks.
Terlebih, sambung Wiwiek Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karawang menghadirkan tokoh inspiratif dan mampu memotivasi peserta.
“Kami mengusung tema ‘Strategi Peningkatan Ketahanan Keluarga Menghadapi Perubahan Zaman’ agar masyarakat lebih siap menghadapi dinamika kehidupan. Kami juga menghadirkan dr. Aisya Dahlan, tokoh inspiratif yang diharapkan mampu memotivasi peserta,” ujarnya.
Kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, antara lain perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Penggerak PKK, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, gabungan organisasi wanita, Motekar,Perangkat desa, pengurus Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), serta alumni Sekolah Mandiri Ramah Anak (SAMARA).
Kepala DPPPA Karawang berharap ilmu yang diperoleh dalam seminar itu sangat penting untuk disebarluaskan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami berharap peserta menjadi agen informasi. Perempuan yang hadir dapat berbagi ilmu kepada lingkungannya, satgas bisa menyampaikan kepada masyarakat desa, dan organisasi dapat menyebarkannya kepada anggota masing-masing,” katanya.
Sementara terpisah, Materi yang dibawakan dr. Aisya Dahlan mendapat sambutan positif dari peserta.
Salah satunya Wulan, perwakilan dari UPTD P2TP2 mengaku banyak memperoleh wawasan baru terkait hubungan dalam keluarga.
“Penjelasan tentang perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan membuat saya lebih memahami karakter pasangan. Ini membantu saya untuk lebih sabar dan menerima perbedaan dalam rumah tangga,” ungkap wulan.
Peserta lainnya, seperti Dewi Sartika dari Motekar menyampaikan seminar itu memberikan pengaruh positif terhadap pola pikirnya dalam menghadapi dinamika keluarga.
“Kegiatan ini membuat saya lebih bijak menghadapi anak dan suami. Akan lebih baik jika acara seperti ini diadakan secara rutin agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaatnya,” Pungkasnya. (Faizal)
